Kamis, 01 Desember 2011

Edition ketiga "ADA APA DENGAN FACEBOOK?"

ADA APA DENGAN FACEBOOK?
Kata “facebook” tentunya sudah akrab didengar telinga kita. Sebuah jejaring sosial yang memikat sebagian besar penduduk dunia untuk turut bergabung di dalamnya. Prestasi yang dicapai Facebook saat ini mungkin tidak disangka sebelumnya oleh sang pencetus ide, Mark Zuckerberg.
Tujuan awal pembuatan facebook ketika diluncurkan pada 4 februari 2004 adalah sebagai media bagi mahasiswa Harvard untuk saling mengenal satu sama lain. Namun sekarang pada kenyataannya facebook merambah ke seluruh belahan dunia. Berbagai fasilitas yang disediakan dalam facebook membantu manusia untuk tetap dapat menjalin komunikasi dengan orang lain walaupun berada di tempat yang berjauhan.
Mengapa Facebook begitu laris manis bak kacang goreng? Ada berbagai alasan yang mendasari, di antaranya yaitu terdapat fasilitas yang memudahkan terjalinnya komunikasi antar teman, saudara, bahkan antar kolega bisnis. Alasan lain, yakni kemudahan dalam mengaksesnya serta dalam memperluas jaringan pertemanan.
Bila ditelaah dari sisi psikologis, pada dasarnya manusia memiliki beragam tingkatan kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan untuk merasa dicintai dan bermakna bagi orang lain. Ada perasaan menyenangkan yang dimiliki ketika mempunyai sahabat, seseorang untuk berbagi cerita, serta hubungan yang dekat dengan keluarga.
Manusia sebagai mahluk sosial tentunya tidak dapat lepas dari orang lain di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, ketika dapat berkomunikasi dan memperoleh perhatian dari orang lain, maka timbul perasaan bahagia. Perasaan ini dapat diperoleh dari facebook. Melalui fasilitas yang disediakan di dalamnya, kita dapat melakukan pembaharuan (update) status, memajang foto, membuat tulisan, memberikan komentar ataupun membaca komentar dari orang lain. Hal-hal inilah yang merupakan sebagian faktor pemicu rasa bahagia ketika menggunakan facebook.
Sebagaimana lazimnya perkembangan teknologi yang memiliki dampak, facebook pun mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu: kita tetap dapat menjalin komunikasi dengan teman meski berjauhan, dapat mengekspresikan perasaan dalam status ataupun tulisan, menjadi sarana diskusi, tempat curhat dan lain sebagainya.
Sedangkan dampak negatifnya yakni: membuang waktu yang sebenarnya dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas lain, membuat pengeluaran menjadi bertambah, menyebabkan malas belajar, malas menyelesaikan pekerjaan, mengurangi frekuensi interaksi sosial, seringkali menimbulkan permusuhan akibat komentar yang menyakiti hati orang lain, serta berbagai dampak negatif lain.
Namun, sebenarnya facebook memiliki posisi yang netral, tergantung pada bagaimana cara memanfaatkannya. Segalanya kembali pada pribadi para pengguna facebook. Sebagaimana pisau yang dapat digunakan untuk memasak dan juga dapat digunakan untuk membunuh orang, facebook pun demikian. Ketika kita menggunakannya untuk hal positif dan tidak mengganggu pelaksanaan tugas keseharian, maka kita akan mendapatkan manfaat. Begitu pula sebaliknya, ketika kita tidak dapat membatasi penggunaan facebook serta melalaikan tugas yang seharusnya dikerjakan, maka kerugianlah yang akan kita peroleh.
Berbagai hal yang telah dikemukakan di atas dapat dijadikan gambaran awal tentang facebook. Semoga dapat bermanfaat. Amin.
Wallahu a’lam bish showab.

Oleh: Nurul ‘Aliem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar