Rabu, 30 November 2011

Edition Kedua "VALENTIN MENURUT ISLAM"

VALENTIN MENURUT ISLAM
Oleh: Dayun Riadi 

Budaya valentin kian merebak dalam masyarakat kini. Masyarakat terutama kalangan remaja banyak terbawa (hanyut) dalam budaya yang asing ini. Dansa dansi, berpelukan mesra dan ciuman antar sesama lawan jenis yang haram. Ada juga sebagian remaja yang saling memberikan kartu dan ucapan-ucapan yang sangat sentimental, memberikan hadiah (kado), kembang gula dan boneka-boneka anak kecil yang bersayap.
Budaya "asing" tersebut jatuh pada tanggal 14 Februari, yang populer disebut hari Valentine (Valentine's Day, Hari Kasing Sayang). Di Republik ini, penyambut perayaan Hari Kasih Sayang ini umumnya adalah para remaja dan pemuda yang beragama Islam. Mereka terperosok kepada budaya-budaya ciptaan manusia Barat yang sangat menyesatkan. Mereka terjebak dalam tingkah laku yang sama sekali berlawanan dengan ajaran Islam.

Sejarah Valentine

Patutkah budaya yang sama sekali tidak dikenal dalam Islam kita ikuti tanpa melihat asal-usul timbulnya budaya tersebut? Hari kasih sayang (valentine's day) bermula pada tanggal 14 Februari 269 Masehi.

Adalah Santo Valentine, seorang pendeta, harus menerima hukuman pancung dari penguasa (raja) Claudus Ghoticus II melalui tangan algojonya. Santo Valentine dianggap melanggar ketentuan imperium, yakni ia telah berani menikahkan sepasang remaja yang sedang menjalani kisah-sayang secara diam-diam.

Tindakan pendeta Valentine tersebut akhirnya diketahui oleh pihak emperor (Raja). Padahal sudah ada ketentuan pada masa itu, para pemuda lajang dilarang untuk menikah dulu karena mereka sangat dibutuhkan untuk menjadi prajurit yang tangguh. Prajurit yang belum menikah dianggap memiliki prestasi yang baik di medan pertempuran.

hayat Santo Valentine dipupus pada tanggal 14 Februari 269 M di kota Cisalpine Gaul, tepatnya di jalan Flaminia. Pihak gereja kemudian menobatkannya sebagai pahlawan yang telah melindungi orang yang bercinta. Paus St. Julius I telah membuatkan bangunan kehormatan Santo Valentine tersebut.

Paus Galesium I adalah pelopor pencetus peringatan hari kasih sayang pertama pada tahun 496 M. Peringatan hari tersebut juga diilhami oleh kebudayaan nenek moyang bangsa Romawi, yakni pemujaan terhadap dewa Lupercus (dewa kesuburan, padang rumput dan hewan ternak) dan dewa Faunus (dewa alam semesta). Namun tanggal peringatan adalah 15 Februari, dilakukan setiap tahun hingga abad ke-4 M di masa berkuasanya Kaisar Constantine (280-337 M).

Pemujaan terhadap para dewa tersebut dilakukan dengan penyembelihan hewan berupa sejumlah ekor kambing dan satu ekor anjing. Para pemuda yang mengikuti upacara dihadapkan menuju altar sembari diolesi keningnya dengan darah yang ada di pisau bekas penyembelihan hewan tadi. Selanjutnya, para peserta upacara membuat cambuk dari kulit kambing yang telah dikorbankan tadi untuk mencambuki wanita yang dijumpai pada saat mengelilingi bukit Valentine. Anehnya, para wanita menerima cambukan dari para pemuda dengan perasaan senang hati. Mereka, kaum wanita, beranggapan bahwa cambukan tersebut dapat mengembalikan kesuburan wanita.

Pada masa Kaisar Constantine, kaisar yang pertama kali memeluk agama Kristen dan juga seorang yang memiliki pengaruh terhadap kehidupan gereja, menambahkan berbagai acara setelah upacara pemujaan terhadap Dewa Luparcus dan Faunus tadi dengan acara yang memberikan kesempatan para gadis remaja menyampaikan pesan-pesan cinta mereka yang besar, kemudian para pemuda menerima pesan-pesan dari remaja puteri. Kemudian, setelah itu mereka saling berpasang-pasang dan berdansa semalaman yang biasanya diakhiri dengan tindakan zinah (coitus).

Pada abad ke-5 M, upacara bangsa Romawi ini dimasukkan ke dalam upacara pensucian diri yang umum dilakukan oleh pihak gereja. Tepat pada tahun 494 M, Paus Galasium I yang telah merubah upacara yang telah diciptakan oleh pihak kaisar tadi. Pada tahun 496 M, upacara pensucian ini ditetapkan kemudian menjadi upacara perayaan kasih sayang (Valentine's Day) yang dikenal sekarang ini. Dan tanggal peringatan tadi dirubah dari tanggal 15 Februari menjadi 14 Februari; hari digantungnya pendeta Santo Valentine.

Valentine menurut Islam

Melihat beberapa kisah atau asal-usul yang diutarakan tersebut jelas bagi umat Islam adalah sebuah ritual (upacara) `asing', yakni kebiasaan yang bukan berasal dari ajaran yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apalagi upacara-upacara tersebut dibarengi dengan tindakan dansa-dansi, bercintaan, berpelukan dan sampai pada hubungan mesum antara manusia yang berlainan jenis, merupakan tindakan yang tidak moralitas lagi. Manusia khususnya para remaja, tidak mengenal lagi batas-batas hubungan sesama manusia. Kebebasan hubungan yang sangat diharamkan dan dilarang keras dalam Islam.

Kepatuhan terhadap perintah Allah dan sunnah Nabi merupakan bukti keimanan dan kecintaan kita kepada Allah, sekaligus sebagai sarana untuk mensucikan diri. Allah berfirman:

Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Katakan lah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang kafir (Ali-Imran: 31-32).

Mengikuti ketentuan Allah (dalam Al-Qur'an) dan Sunnah Rasulullah adalah sebuah ketentuan yang mutlak dalam Islam. Keduanya merupakan unsur dasar dalam Islam. Orang-orang kafir adalah orang-orang yang menutup diri atau menolak dari kebenaran Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Mereka mengambil aturan baik aturan hidup (bertatanan sosial), politik dan hukum, maupun tatanan beribadah (cara-cara beribadah) dan ritual-ritual yang dianggap suci/sakral sebagaimana dalam kasus pengambilan upacara peribadatan atau pensucian yang telah ditetapkan oleh pihak gereja dalam masalah Valentine's Day tadi.

Mengambil cara-cara, beribadah atau upacara-upacara yang dianggap memiliki nilai sakral/suci selain dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah sesat. Hadist Nabi SAW bersabda:

Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama kami ini, sesuatu yang tidak ada dasar dari padanya, maka itu pasti bertolak (HR Bukhari dan Muslim)
       

Hadist lain menyatakan: "Sebaik-baik keterangan adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Saw. Dan sejahat-jahat sesuatu, yang serba baru, tidak berasal dari agama (Dinullah). Dan tiap-tiap bid'ah adalah sesat….." (HR Muslim).

Valentine's Day adalah bukan ketentuan-ketentuan perayaan yang diwajibkan disunahkan atau dibolehkan oleh dinul Islam. Penobatan atau penentuan upacara atau peringatan Valentine's Day adalah ditetapkan oleh pihak gereja (pendeta) atau pastur yang Nasrani tersebut.

Sedangkan dalam Qur'an dijelaskan bahwa para pendeta (rahib) adalah menjadikan mereka sebagai Tuhan karena mereka membuat ketentuan baru. Mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan dan mengharamkan apa yang Allah halalkan (al-Hadist). Allah berfirman:

Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahibnya sebagai Tuhan selain Allah. Dan juga (mempertuhankan) Al-masih putera Maryam. Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan (QS. al-Taubah: 31).

Pihak rahib (pendeta) telah menghalalkan hubungan sesama lain jenis. Pihak gereja (Paus Galasium I) telah mengadopsi upacara pesan-pesan cinta, dansa-dansi dan berzinah menjadi sebuah upacara pensucian diri.

Dengan kata lain, penobatan Santo Valentine sebagai tokoh "Pembela Kasih Sayang" disertai dengan perzinahan merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan dan jelas-jelas tidak bisa ditolerir oleh Islam. Dan Islam tidak menghendaki keberadaan budaya sesat. Na`uzubillahi min zalik.

Selasa, 08 November 2011

"PESAN"

DUNIA
Kita berpagi hari sebagai orang bermain-main jika kita tidak berpegang pada agama. Dan kita hidup dan mati dalam keadaan bermain-main jika kita tidak dalam keadaan berpegang dalam agama.
Hakikat dunia dan akhirat ditegaskan dalam firman Allah SWT, yang artinya :

''Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak . . . . . .[QS. Al Hadiid :(57) 20]

Dunia hanya polesan luar yang terlihat kinclong dan mengkilap, akan tetapi, kehidupan yang hakiki dan kekelan hanya ada di akhirat. Sebagaimana kita ketahui Rosullullah lapar di dunia, sedang kisra, raja persia dan kaisar romawi, mati kekenyangan karena banyak makan dan minum. Bagaimana Rasululloh tinggal di rumah yang terbuat dari tanah liat, sedang kisra dan kaisar tinggal di gedung yang berhiaskan perak, emas dan bertaburan intan permata.

Ketika ‘Umar melihat Rasulullah SAW berbaring di atas tikar, sedang anyaman tikar dan kain spreinya yang kasar membekas pada lambungnya. ‘Umar melihat keadaan itu, air matanya bercucuran. Rasulullah pun bertanya kepadanya: “Mengapa kamu menangis hai ‘Umar?” Umar menjawab: “ wahai Rasulullah, Kisra dan Kaisar adalah musuh-musuh Allah sebagaimana yang telah engkau ketahui dan engkau adalah utusan Allah serta kekasihNya, sedang engkau dalam keadaan seperti ini. “
Rasulullah pun bersabda :
Apakah engkau masih ragu, hai Ibnu Khaththab ? tidakah engkau merasa puas jika bagi mereka hanya dunia ini dan bagi kita akhirat ?”
(HR. Bukhori, Muslim, Ahmad dan Tirmidzi)

Imam Syafi’i RA mengatakan dalam sebuah syair Surga mati di hutan belantara karena kelaparan sedang daging kambing hutan di makan oleh anjing- anjing liar.
Demikianlah hikmah Tuhan yang maha pencipta. Dia tidak memberikan agama ini kecuali kepada orang yang disukainya. Adapun mengenai duniawi, Dia memberikannya, baik kepada orang yang disukainya. Bahkan dia memberikannya sekalipun kepada orang zindiq yang atheis, orang munafik militan dan orang yang fasiq yang parah kefasikannya.

Di ambil sebagian dari buku karangan Dr. Aidh bin Abdullah Al Qarni yang berjudul “CAMBUK HATI”.

Edition perdana "BUMI"



Fenomena bumi mengeliat akhir-akhir ini sering dirasakan oleh penduduk di sebagian besar wilayah Indonesia. Peristiwa alam ini seakan menjadi makanan sehari-hari bagi warga yang tinggal di daerah rawan gempa. Sejak pertengahan September hingga akhir Oktober, terdeteksi puluhan kali gempa yang terjadi di berbagai belahan bumi Indonesia.
Gempa terbesar mengguncang perairan Maluku pada sabtu, 24 Oktober 2009 sekitar pukul 21.40 WIB. Kekuatan gempa tersebut mencapai 7,3 skala richter, sungguh angka yang fantastis. Gempa-gempa berskala besar lainnya juga terjadi di zona-zona rawan gempa, antara lain di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan Papua.
Tidak hanya gempa, bencana alam lainnya juga kerap melanda daratan dan perairan Indonesia. Bencana tersebuut antara lain tsunami, tanah longsor, angin topan, banjir bandang, badai dan berbagai bencana lainnya. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian baik Psikis maupun materiil yang sangat besar.
Dari segi materi, banyak bangunan yang hancur dan rusak parah, terputusnya jalan penghubung antar wilayah, rusaknya jembatan yang melintang diatas sunga, banyak pohon tumbang, aliran listrik terputus, terganggunya sistem komunikasi, serta berbagi macam kerugian materiil lainnnya. Sedangkan dari segi Psikis, timbulnya berbagai gangguan Psikis di antaranya perasaan tidak aman, stress, trauma, phobia, gangguan Psikomatis, depresi maupun gangguan-gangguan Psikis lainnya.
Pada dasarnya, bencana alam yang terjadi tidak lepas dari campur tangan manusia, kekuasaan yang Allah berikan kepada manusia, seringkali disalahgunakan untuk meningkatkan keuntungan pribadi tanpa upaya untuk melestarikan alam. Manusia mengeruk kekayaan alam tanpa batas, membabat hutan yang merupakan paru-paru dunia dan berbagai wujud keserakahan manusia lainnya. Akibatnya, bumi menjadi marah, bencana terjadi dimana- mana, sehingga manusia pun harus menerima segala konsekuensi dari perbuatan yang dilakukannya.
Saat ini, hal yang dapat kita laksanakan adalah menjaga lingkungan kita tetap bersih dengan membuang sampah di tempat sampah, mendaur ulang sampah, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, menanam tumbuhan lebih banyak, serta bermacam hal lainnya. Semoga bumi kita kembali ramah. Amiin.