Selasa, 06 Desember 2011

Edition keenam

Ayo Sayangi Bumi Kita
Oleh: Eric

/Berenang di tepi pantai banyak limbah, sampah dan kotoran//Aku terjun menerjang ombak bikin lengket badan dan rambut//Lepas kail tepi sungai airnya coklat dan berbusa//dah ada ikan yang nyangkut malah bikin gatal kulit dan bau//Lereng dan pegunungan, penuh lapangan golf dan spiral//Tak ada yang nahan air bikin banjir kota - kota//Lihat hutan dari pesawat, maha solusi Indonesia//imajiku hutan rimba yang ada hanya botak dan tandus/
Nah, apa yang terlintas dibenak teman-teman jika mendengar lirik lagu yang dibawakan oleh grup band Slank di atas? Wah, pasti udah nggak mau lagi main ke pantai, memancing ikan atau sekedar refresing ke pegunungan. Tapi, apakah benar keadaan alam kita udah separah itu, banyak sampah di pantai dan hutan-hutan udah pada gundul? Semoga saja lirik lagu di atas hanya sebagai pengingat buat kita agar selalu merawat dan menjaga alam dengan baik.
Ngomong-ngomong tentang alam yang udah nggak “perawan”, ternyata sekarang udah musimnya pemanasan global atau lebih trendnya disebut Global Warming. Sebenarnya apa sih Global Warming dan apa pula penyebabnya?
Global Warming adalah naiknya suhu udara atau tekanan udara di bumi kita yang menjadikan cuaca di bumi menjadi tak menentu , kadang panas, kadang dingin. Global Warming juga menyebabkan tanaman-tanaman sulit untuk tumbuh lebih maksimal, lho. Belum lagi gunung es yang lebih cepat mencair gara-gara Global Warming. Kan kasian habitat yang hidup di sekitarnya. Bisa-bisa para pinguin yang ada di kutub utara melepas bulunya gara-gara kepanasan.
Dan sebenarnya apa sih penyebab Global Warming? Selain usia bumi yang udah “uzur”, kita juga ikut andil dalam terjadinya Global Warming. Secara tidak sadar, ketika kita membuang sampah sembarangan atau menebang pohon sembarangan , kita udah menyumbang terjadinya Global Warming. Asap yang keluar dari knalpot motor dan cerobong – cerobong pabrik juga menyumbang terjadinya Global Warming.
Nah, untuk menangulangi dampak Global Warming kita bisa melakukan hal – hal sederhana. Contohnya coba kita ubah kebiasaan kita yang sekiranya merusak lingkungan , seperti naik motor, jika sekiranya tujuan yang kita tuju dekat lebih baik naik sepeda, karena asap knalpot adalah “racun” bagi bumi. Trus buat temen-temen yang suka ber sms ria, sebaiknya dikurangi dan gunakan hp seperlunya saja. Karen a radiasi hp ketika kita mengirim sms menjadikan atmosfir bumi menjadi tipis. Jika satu orang mengirim 100 sms per hari, bayangin aja jika satu keluarga ada empat orang yang gemar ber sms ria. Itu baru satu keluarga, belum seluruh Indonesia, bahkan se dunia.Seperti apa atmosfir bumi kita?
Maka dari itu, sebelum bertambah parah , ayo kita bersama-sama menjaga dan merawat bumi kita. Nggak perlu jadi superman kok, untuk menjaga bumi kita. Selagi ada kemauan dan mau bertindak, kita pasti bisa. Cukup dengan membuang sampah pada tempatnya dan menghijaukan lingkungan rumah kita. Supaya laut biru lagi, sungai kita jernih lagi dan hutan kita lebat lagi. Dan satu lagi, jangan berfikir bahwa bumi ini warisan nenek moyang kita, tapi berfikirlah bahwa bumi ini titipan anak cucu kita. Dan sebagaimana titipan, kita harus pandai-pandai untuk merawat dan menjaganya.

Senin, 05 Desember 2011

Edition kelima

MERAYAKAN ULANG TAHUN
Boleh tidaknya masalah merayakan ulang tahun seseorang atau organisasi memang tidak disinggung secara langsung dalam dalil-dalil syar‘i (Qur’an & Hadits). Tidak ada ayat Al-Quran atau hadits Nabi yang memerintahkan kita untuk merayakan ulang tahun, sebagaimana sebaliknya, juga tidak pernah ada larangan yang bersifat langsung untuk melarangnya. Sehingga, umumnya masalah ini merupakan hasil ijtihad yang sangat erat kaitannya dengan kondisi yang ada pada suatu tempat dan waktu. Artinya, bisa saja para ulama untuk suatu masa dan wilayah tertentu memandang bahwa bentuk perayaan ini lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Namun sebaliknya, bisa saja pendapat ulama lainnya tidak demikian, bahkan mungkin ada hal-hal positif yang bisa diambil dengan meminimalisir dampak negatifnya. Mengapa demikian? Karena memang tidak didapat nash yang secara jelas melarang atau membolehkannya. Sehingga dalam satu majelis yang di dalamnya duduk para ulama, perbedaan sudut pandang pun bisa saja terjadi, tergantung dari sudut pandang mana seorang melihatnya.
Pendapat yang pertama Mengharamkan. Sebagian ulama berfatwa mengharamkan perayaan ulang tahun, berdasar dari ijtihad dari dalil-dalil yang bersifat umum. Misalnya, dalil-dalil yang melarang umat Islam meniru-niru perbuatan orang-orang kafir. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka termasuk mereka
Kiranya para ulama itu memandang bahwa perayaan ulang tahun itu identik dengan perilaku orang-orang kafir. Sehingga mereka mengharamkan umat Islam untuk merayakannya secara ikut-ikutan. Selain itu, oleh sebagian ulama, seringkali acara ulang tahun disertai dengan banyak kemaksiatan, seperti minuman keras, pesta musik, joget, dansa, campur baur laki-laki dan wanita. Bahkan banyak yang sampai meninggalkan shalat dan kewajiban lainnya. Seringkali juga pesta-pesta itu sampai melupakan niat utama, tergantikan dengan semangat ingin pamer dan menonjolkan kekayaan. Sehingga menimbulkan sifat riya’ dan sum’ah pada penyelenggaranya.
Pendapat yang kedua Membolehkan. Mereka beralasan landasan dasar bahwa perayaan ulang tahun bukanlah ibadah ritual. Sehingga selama tidak ada larangan yang secara langsung disebutkan di dalam Al-Qur’an atau sunnah, hukum asalnya adalah boleh. Sesuai dengan kaidah al-ashlu fil asy-yaa’i al-ibahah( segala sesuatu asalnya adalah mubah). Bahwa kaidah dasar dari masalah muamalah adalah kebolehan, selama tidak ada nash yang secara tegas melarangnya, adapun alasan peniruan orang kafir, dijawab dengan argumen bahwa tidak semua yang dilakukan oleh orang kafir haram dikerjakan. Hanya yang terkait dengan peribadatan saja yang haram. Adapun yang terkait dengan muamalah, selama tidak ada nash yang langsung melarangnya, hukumnya tidak apa-apa bila kebetulan terjadi kesamaan.
Misalnya, kebiasaan pesta pasca panen di suatu negeri yang masih kafir. Apakah bila ada kebiasaan yang sama di suatu negeri muslim, dianggap sebagai bentuk peniruan? Tentu tidak, sebab hal itu dipandang sebagai ‘urf (budaya)yang umum, tidak ada kaitannya dengan wilayah kekufuran atau kebatilan. Para ulama dari kelompok ini cenderung menetapkan alasan haramnya peniruan pada orang kafir berdasarkan titik keharamannya. Bukan semata-mata dilakukan oleh mereka. Misalnya, kebiasaan orang kafir memberikan sesaji kepada gunung yang mau meletus, maka hukumnya haram bagi muslimin untuk melakukannya.
Beberapa Pertimbangan bila kita ingin meletakkan hukum merayakan ulang tahun, kita harus membahas dari tujuan dan manfaat yang akan didapat. Apakah ada tujuan positif/baik yang dicapai dari perayaan ulang tahun tersebut, seperti meminta doa dari sanak saudara dan kerabat agar diberi keselamatan ditahun berikutnya? Ataukah hanya sekedar menghambur-hamburkan uang dan pamer? Ataukah haynya ikut-ikutan agar tidak dianngap kampungan?
Jika perayaan tersebut lebih ditujukan untuk mengevaluasi diri, bersyukur terhadap Allah atas nikmat-nikmatNya, dan memohon doa dari sanak saudara dan kerabat agar diberi keselamatanserta kelapangan rejeki pada tahun-tahun kedepannya, maka merayakan ulang tahun bukanlah suatau yang dilarang. Namun jika tujuan perayaan ulang tahun hanya untuk bersenang-senang, apalagi pamer, maka hukum perayaan ulang tahun tersebut itu menjadi terlarang. Lalu bagaimana merayakan peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW?
Memang Rasulullah SAW tidak pernah melakukan seremoni peringatan hari lahirnya. Kita belum pernah menjumpai suatu hadits/nash yang menerangkan pada setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal (sebagian ahli sejarah mengatakan 9 Rabiul Awwal), Rasulullah SAW mengadakan upacara peringatan hari lahirnya. Bahkan ketika beliau sudah wafat, kita belum pernah mendapati para sahabat r.a. melakukannya. Demikian juga para tabi’in dan tabi’it tabi’in. Menurut Imam As-Suyuthi, tercatat sebagai raja pertama yang memperingati hari lahirnya Rasulullah SAW ini dengan perayaan yang meriah luar biasa adalah Raja Al-Mudhaffar Abu Sa`id Kukburi ibn Zainuddin Ali bin Baktakin (l. 549 H. - w.630 H.). Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan maulid ini. Tujuannya menghimpun semangat juang dengan membacakan syi’ir dan karya sastra yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah SAW.
Di antara karya yang paling terkenal adalah karya Syeikh Al-Barzanji yang menampilkan riwayat kelahiran Nabi SAW dalam bentuk natsar (prosa) dan nazham (puisi). Saking populernya karya seni Barzanji ini hingga hari ini masih sering kita dengar dibacakan dalam seremoni peringatan maulid Nabi SAW. Maka sejak itu ada tradisi memperingati hari kelahiran Nabi SAW di banyak negeri Islam. Inti acaranya sebenarnya lebih kepada pembacaan sajak dan syi`ir peristiwa kelahiran Rasulullah SAW untuk menghidupkan semangat juang dan persatuan umat Islam dalam menghadapi gempuran musuh. Lalu bentuk acaranya semakin berkembang dan bervariasi. Di Indonesia, terutama di pesantren, para kyai dulunya hanya membacakan syi’ir dan sajak-sajak itu, tanpa diisi dengan ceramah.
Namun kemudian muncul ide untuk memanfaatkan momentum tradisi maulid Nabi SAW yang sudah melekat di masyarakat ini sebagai media dakwah dan pengajaran Islam. Akhirnya ceramah maulid menjadi salah satu inti acara yang harus ada, demikian juga atraksi murid pesantren. Bahkan sebagian organisasi Islam telah mencoba memanfaatkan momentum ini tidak sebatas seremoni dan haflah belaka, tetapi juga untuk melakukan amal-amal kebajikan seperti bakti sosial, santunan kepada fakir miskin, pameran produk Islam, pentas seni dan kegiatan lain yang lebih menyentuh persoalan masyarakat.
Kembali kepada hukum merayakan maulid Nabi SAW, apakah termasuk bid`ah atau bukan?Secara umum, para ulama salaf menganggap perbuatan ini termasuk bid`ah. Karena tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah saw dan tidak pernah dicontohkan oleh para shahabat. Namun demikian, mereka memandang tradisi perayaan maulid termasuk bid’ah hasanah (sesuatu yang baik). Seperti yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW ketika merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa, setiap hari kelahirannya, yaitu setiap hari Senin Rasullahi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya. 

Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku.”(H.R. Muslim)
Kita dianjurkan untuk bergembira atas rahmat dan karunia Allah SWT kepada kita. Termasuk kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat kepada alam semesta. Allah SWT berfirman:

Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.’ ” (QS.Yunus:58).
Wallahu a’lam bissowab.
By : Tamiy

Jumat, 02 Desember 2011

Edition keempat

GENG REMAJA DAN PENGAWASAN DILUAR PENDIDIKAN
Fenomena geng remaja sudah menjadi hal biasa dan tak asing lagi di masyarakat. Berbagai jenis geng remaja seperti geng motor sebagai bentuk kumpulan remaja yang didominasi para pelajar merupakan fenomena perilaku pelajar. Meskipun sama sekali bukan hal baru, namun geng remaja mencuat ke publik berkenaan dengan isu dan praktik kekerasan yang lekat dengannya. Perkelahian pelajar, penyalahgunaan narkotika, dan pergaulan bebas sudah tidak asing lagi menjadi label pada remaja. Sebenarnya bila remaja berkumpul dan berkelompok, itu merupakan hal yang lumrah. Masalahnya ketika berkumpulnya mereka itu mengarah pada hal yang destruktif. Sebagaimana lazimnya manusia, kalangan remaja juga membutuhkan komunitas untuk berkomunikasi dan bersosialisasi, mereka akan merasa nyaman untuk berkomunikasi dengan sesama.
Lebih parah lagi, bila tujuan yang kurang atau tidak baik memang telah ditetapkan dan disepakati bersama anggota geng untuk dilaksanakan. Patut diduga, remaja memilih geng sebagai saluran organisasinya karena organisasi remaja yang sudah establish barangkali tidak mampu untuk mewadahi mereka. Atau lebih dari itu, organisasi bersegmen remaja tidak dapat menjangkau dan melayani kebutuhan mereka. Remaja adalah masa dimana mereka membutuhkan wadah untuk berapresiasi dan berekspresi. Sepanjang organisasi remaja tidak mampu memenuhi itu, maka ia akan ditinggalkan.
Mereka lebih suka memikirkan hal yang dekat, terjangkau, dan berbau senang-senang. Hal itu masih wajar bila mereka tidak terjerembab pada pilihan yang jelas negatif. Remaja memang memiliki dunianya sendiri yang berbeda dengan dunia dewasa. Yang diperlukan adalah kontrol dan pengarahan mereka untuk selalu berada pada jalan yang benar. Pun kebenaran itu tidak harus diperspektifkan sebagai hal yang kaku dan tidak berwarna. Biarlah remaja tetap berada dalam dunia keremajaan dan keceriannya, sepanjang dalam batasan yang tidak kebablasan (musrif). Remaja pada dasarnya juga memiliki naluri sehatnya sendiri versi mereka, sungguhpun bagi kalangan tua (yang kolot) kadang banyak hal yang dilakukan remaja hari ini tampak asing, aneh, dan dianggap melanggar.
Remaja adalah pribadi yang gelisah. Peranan dan posisi organisasi remaja seharusnya mampu menjadi pelarian (dalam artian positif) bagi kegelisahan mereka. Remaja banyak yang merasa kesepian dan membutuhkan pendamping, di luar orang tua dan guru mereka. Apalagi dalam satu kasus ketika orangtua tidak cukup waktu untuk berkomunikasi dengan anak dan guru hanya dapat mengajarkan mata pelajaran secara teks book semata. Organisasi sekolah (OSIS dan ekstrakurikuler) harus mampu melakukan reorientasi program dan kegiatan yang mempunyai sense (manfaat) kuat terhadap kebutuhan remaja. Kalau ini terpenuhi, maka remaja akan merasa memiliki teman yang mengasyikkan namun sekaligus mampu memberikan guidance.
Maraknya geng remaja yang bersifat destruktif dilihat dari sudut pandang lain juga merupakan wujud kegagalan pendidikan. Betapa para pelajar tidak cukup hanya diajari mata pelajaran tertentu atau hanya didorong hanya untuk lulus ujian. Berdasarkan hal tersebut pendidikan tengah mengalami proses involusi dan bergerak tanpa arah yang jelas. Dari hari ke hari manusia yang terlibat dalam pendidikan bukannya tumbuh kian cerdas, tetapi mutunya semakin menurun meski input dan fasilitas fisiknya terus bertambah. Ketidakjelasan arah pendidikan itu menyebabkan pendidikan tidak kompetitif. Pelajar membutuhkan sesuatu yang lebih dari moral dan etika secara practical. Pendidikan hanya melanjutkan pendidikan yang elite eksklusif dengan kurikulum elitis yang hanya bisa ditangkap oleh sebagian pelajar.
Apabila proses involusi yang tengah terjadi dalam pendidikan dibiarkan terus berlangsung akan berdampak pada terciptanya bangsa paria (bangsa yang rendah) yang mencerminkan betapa miskinnya pemikiran dan kacaunya penyelenggaraan pendidikan.
Karenanya, pendidikan harus benar-benar diarahkan untuk tidak sekedar menggenjot capaian pada aspek kognitif semata, namun harus diseimbangkan dengan aspek afeksi dan psikomotorik. Nilai bagus memang penting, namun tentu tidak hanya itu. Pengajaran dan pemantauan terhadap budi pekerti pelajar juga tidak kalah penting untuk dilakukan secara intensif. Bagaimana dengan Ujian Nasional (UN)? UN dalam satu sisi memang mampu memicu siswa untuk belajar. Namun pertanyaannya, apakah itu terjadi karena terpaksa atau memang kerelaan. Asumsi sementara pelajar cenderung terpaksa, karena itu mereka merasa stres dan tertekan. Kondisi stres inilah yang kemudian mengarahkan para pelajar untuk mencari pelampiasan dan ruang untuk refreshing. Informasi soal kenaikan nilai UN mau tidak mau akan semakin menambah rasa stres itu. Dan semakin mereka stres, tuntutan dari dalam diri untuk mencari tempat pelarian akan semakin besar. Termasuk penambahan mata pelajaran yang diujikan dari hanya tiga pelajaran menjadi enam pelajaran.
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang seharusnya mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Kesiapan itu tentu bukan semata pada wilayah capaian nilai formal. Maka sekolah harus mampu melihat dan memperlakukan pelajar sebagai pribadi yang utuh. Tidak pas kalau sekolah hanya menuntut siswanya untuk belajar dan belajar untuk memenuhi target angka. Karena para pelajar harus dikenalkan untuk mempelajari kehidupan yang sesungguhnya. Kondisi terpaksa dan tertekan pelajar tetap berlangsung, maka ini jelas tidak akan menyehatkan. Bagaimana mungkin kondisi tertekan akan melahirkan generasi yang cerdas dan tanggap lingkungan? Kalau hal semacam ini akan tetap dipertahankan, maka kita patut khawatir bila geng remaja dengan aura kekerasannya akan semakin marak yang dapat menciptakan bangsa yang paria. Semoga tidak.


Kamis, 01 Desember 2011

Edition ketiga "ADA APA DENGAN FACEBOOK?"

ADA APA DENGAN FACEBOOK?
Kata “facebook” tentunya sudah akrab didengar telinga kita. Sebuah jejaring sosial yang memikat sebagian besar penduduk dunia untuk turut bergabung di dalamnya. Prestasi yang dicapai Facebook saat ini mungkin tidak disangka sebelumnya oleh sang pencetus ide, Mark Zuckerberg.
Tujuan awal pembuatan facebook ketika diluncurkan pada 4 februari 2004 adalah sebagai media bagi mahasiswa Harvard untuk saling mengenal satu sama lain. Namun sekarang pada kenyataannya facebook merambah ke seluruh belahan dunia. Berbagai fasilitas yang disediakan dalam facebook membantu manusia untuk tetap dapat menjalin komunikasi dengan orang lain walaupun berada di tempat yang berjauhan.
Mengapa Facebook begitu laris manis bak kacang goreng? Ada berbagai alasan yang mendasari, di antaranya yaitu terdapat fasilitas yang memudahkan terjalinnya komunikasi antar teman, saudara, bahkan antar kolega bisnis. Alasan lain, yakni kemudahan dalam mengaksesnya serta dalam memperluas jaringan pertemanan.
Bila ditelaah dari sisi psikologis, pada dasarnya manusia memiliki beragam tingkatan kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan untuk merasa dicintai dan bermakna bagi orang lain. Ada perasaan menyenangkan yang dimiliki ketika mempunyai sahabat, seseorang untuk berbagi cerita, serta hubungan yang dekat dengan keluarga.
Manusia sebagai mahluk sosial tentunya tidak dapat lepas dari orang lain di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, ketika dapat berkomunikasi dan memperoleh perhatian dari orang lain, maka timbul perasaan bahagia. Perasaan ini dapat diperoleh dari facebook. Melalui fasilitas yang disediakan di dalamnya, kita dapat melakukan pembaharuan (update) status, memajang foto, membuat tulisan, memberikan komentar ataupun membaca komentar dari orang lain. Hal-hal inilah yang merupakan sebagian faktor pemicu rasa bahagia ketika menggunakan facebook.
Sebagaimana lazimnya perkembangan teknologi yang memiliki dampak, facebook pun mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu: kita tetap dapat menjalin komunikasi dengan teman meski berjauhan, dapat mengekspresikan perasaan dalam status ataupun tulisan, menjadi sarana diskusi, tempat curhat dan lain sebagainya.
Sedangkan dampak negatifnya yakni: membuang waktu yang sebenarnya dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas lain, membuat pengeluaran menjadi bertambah, menyebabkan malas belajar, malas menyelesaikan pekerjaan, mengurangi frekuensi interaksi sosial, seringkali menimbulkan permusuhan akibat komentar yang menyakiti hati orang lain, serta berbagai dampak negatif lain.
Namun, sebenarnya facebook memiliki posisi yang netral, tergantung pada bagaimana cara memanfaatkannya. Segalanya kembali pada pribadi para pengguna facebook. Sebagaimana pisau yang dapat digunakan untuk memasak dan juga dapat digunakan untuk membunuh orang, facebook pun demikian. Ketika kita menggunakannya untuk hal positif dan tidak mengganggu pelaksanaan tugas keseharian, maka kita akan mendapatkan manfaat. Begitu pula sebaliknya, ketika kita tidak dapat membatasi penggunaan facebook serta melalaikan tugas yang seharusnya dikerjakan, maka kerugianlah yang akan kita peroleh.
Berbagai hal yang telah dikemukakan di atas dapat dijadikan gambaran awal tentang facebook. Semoga dapat bermanfaat. Amin.
Wallahu a’lam bish showab.

Oleh: Nurul ‘Aliem