Rublik Utama
Rabu, 25 April 2012
Selasa, 06 Desember 2011
Edition keenam
Ayo
Sayangi Bumi Kita
Oleh: Eric
/Berenang di tepi pantai
banyak limbah, sampah dan kotoran//Aku terjun menerjang ombak bikin
lengket badan dan rambut//Lepas kail tepi sungai airnya coklat dan
berbusa//dah ada ikan yang nyangkut malah bikin gatal kulit dan
bau//Lereng dan pegunungan, penuh lapangan golf dan spiral//Tak ada
yang nahan air bikin banjir kota - kota//Lihat hutan dari pesawat,
maha solusi Indonesia//imajiku hutan rimba yang ada hanya botak dan
tandus/
Nah, apa yang terlintas
dibenak teman-teman jika mendengar lirik lagu yang dibawakan oleh
grup band Slank di atas? Wah, pasti udah nggak mau lagi main ke
pantai, memancing ikan atau sekedar refresing ke pegunungan. Tapi,
apakah benar keadaan alam kita udah separah itu, banyak sampah di
pantai dan hutan-hutan udah pada gundul? Semoga saja lirik lagu di
atas hanya sebagai pengingat buat kita agar selalu merawat dan
menjaga alam dengan baik.
Ngomong-ngomong tentang
alam yang udah nggak “perawan”, ternyata sekarang udah musimnya
pemanasan global atau lebih trendnya disebut Global Warming.
Sebenarnya apa sih Global Warming dan apa pula penyebabnya?
Global Warming adalah
naiknya suhu udara atau tekanan udara di bumi kita yang menjadikan
cuaca di bumi menjadi tak menentu , kadang panas, kadang dingin.
Global Warming juga menyebabkan tanaman-tanaman sulit untuk tumbuh
lebih maksimal, lho. Belum lagi gunung es yang lebih cepat mencair
gara-gara Global Warming. Kan kasian habitat yang hidup di
sekitarnya. Bisa-bisa para pinguin yang ada di kutub utara melepas
bulunya gara-gara kepanasan.
Dan sebenarnya apa sih
penyebab Global Warming? Selain usia bumi yang udah “uzur”, kita
juga ikut andil dalam terjadinya Global Warming. Secara tidak sadar,
ketika kita membuang sampah sembarangan atau menebang pohon
sembarangan , kita udah menyumbang terjadinya Global Warming. Asap
yang keluar dari knalpot motor dan cerobong – cerobong pabrik juga
menyumbang terjadinya Global Warming.
Nah, untuk menangulangi
dampak Global Warming kita bisa melakukan hal – hal sederhana.
Contohnya coba kita ubah kebiasaan kita yang sekiranya merusak
lingkungan , seperti naik motor, jika sekiranya tujuan yang kita tuju
dekat lebih baik naik sepeda, karena asap knalpot adalah “racun”
bagi bumi. Trus buat temen-temen yang suka ber sms ria, sebaiknya
dikurangi dan gunakan hp seperlunya saja. Karen a radiasi hp ketika
kita mengirim sms menjadikan atmosfir bumi menjadi tipis. Jika satu
orang mengirim 100 sms per hari, bayangin aja jika satu keluarga ada
empat orang yang gemar ber sms ria. Itu baru satu keluarga, belum
seluruh Indonesia, bahkan se dunia.Seperti apa atmosfir bumi kita?
Maka dari itu, sebelum
bertambah parah , ayo kita bersama-sama menjaga dan merawat bumi
kita. Nggak perlu jadi superman kok, untuk menjaga bumi kita. Selagi
ada kemauan dan mau bertindak, kita pasti bisa. Cukup dengan membuang
sampah pada tempatnya dan menghijaukan lingkungan rumah kita. Supaya
laut biru lagi, sungai kita jernih lagi dan hutan kita lebat lagi.
Dan satu lagi, jangan berfikir bahwa bumi ini warisan nenek moyang
kita, tapi berfikirlah bahwa bumi ini titipan anak cucu kita. Dan
sebagaimana titipan, kita harus pandai-pandai untuk merawat dan
menjaganya.
Senin, 05 Desember 2011
Edition kelima
MERAYAKAN
ULANG TAHUN
Boleh
tidaknya masalah merayakan
ulang
tahun seseorang atau organisasi memang tidak disinggung secara
langsung dalam dalil-dalil syar‘i
(Qur’an & Hadits).
Tidak ada ayat Al-Quran atau hadits Nabi
yang memerintahkan kita untuk merayakan ulang tahun, sebagaimana
sebaliknya, juga tidak pernah ada larangan yang bersifat langsung
untuk melarangnya. Sehingga,
umumnya masalah ini merupakan hasil ijtihad yang sangat erat
kaitannya dengan kondisi yang ada pada suatu tempat dan waktu.
Artinya, bisa saja para ulama untuk suatu masa dan wilayah tertentu
memandang bahwa bentuk perayaan ini lebih banyak mudharat daripada
manfaatnya. Namun sebaliknya, bisa saja pendapat ulama lainnya tidak
demikian, bahkan mungkin ada hal-hal positif yang bisa diambil dengan
meminimalisir dampak negatifnya. Mengapa demikian? Karena memang
tidak didapat nash yang secara
jelas
melarang atau membolehkannya. Sehingga dalam satu majelis yang di
dalamnya duduk para ulama, perbedaan sudut pandang pun bisa saja
terjadi, tergantung dari sudut pandang mana seorang melihatnya.
Pendapat
yang
pertama
Mengharamkan. Sebagian ulama berfatwa mengharamkan perayaan ulang
tahun, berdasar
dari ijtihad
dari dalil-dalil yang bersifat umum. Misalnya, dalil-dalil yang
melarang umat Islam meniru-niru perbuatan orang-orang kafir.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Siapa yang
menyerupai suatu kaum, maka termasuk mereka
Kiranya
para ulama itu memandang bahwa perayaan ulang tahun itu identik
dengan perilaku orang-orang kafir. Sehingga mereka mengharamkan umat
Islam untuk merayakannya secara ikut-ikutan. Selain itu, oleh
sebagian ulama, seringkali acara ulang tahun disertai dengan banyak
kemaksiatan,
seperti
minuman keras, pesta musik, joget, dansa, campur baur laki-laki dan
wanita. Bahkan banyak yang sampai meninggalkan shalat dan kewajiban
lainnya. Seringkali juga pesta-pesta itu sampai melupakan niat utama,
tergantikan dengan semangat ingin pamer dan
menonjolkan
kekayaan.
Sehingga menimbulkan sifat riya’ dan sum’ah pada
penyelenggaranya.
Pendapat
yang kedua Membolehkan.
Mereka
beralasan
landasan dasar bahwa perayaan
ulang
tahun bukanlah ibadah ritual. Sehingga selama tidak ada larangan yang
secara langsung disebutkan di dalam Al-Qur’an
atau sunnah, hukum asalnya adalah boleh. Sesuai dengan kaidah
al-ashlu
fil asy-yaa’i al-ibahah(
segala sesuatu asalnya adalah mubah).
Bahwa kaidah dasar dari masalah muamalah adalah kebolehan, selama
tidak ada nash yang secara tegas melarangnya, adapun alasan peniruan
orang kafir, dijawab dengan argumen bahwa tidak semua yang dilakukan
oleh orang kafir haram dikerjakan. Hanya yang terkait dengan
peribadatan saja yang haram. Adapun yang terkait dengan muamalah,
selama tidak ada nash yang langsung melarangnya, hukumnya tidak
apa-apa bila kebetulan terjadi kesamaan.
Misalnya,
kebiasaan pesta pasca panen di suatu negeri yang masih kafir. Apakah
bila ada kebiasaan yang sama di suatu negeri muslim, dianggap sebagai
bentuk peniruan? Tentu tidak, sebab hal itu dipandang sebagai ‘urf
(budaya)yang
umum,
tidak ada kaitannya dengan wilayah kekufuran atau kebatilan. Para
ulama dari kelompok ini cenderung menetapkan alasan
haramnya peniruan pada orang kafir berdasarkan titik keharamannya.
Bukan semata-mata dilakukan oleh mereka. Misalnya, kebiasaan orang
kafir memberikan sesaji kepada gunung yang mau meletus, maka hukumnya
haram bagi muslimin untuk melakukannya.
Beberapa
Pertimbangan bila kita ingin meletakkan hukum merayakan ulang tahun,
kita harus membahas dari tujuan dan manfaat yang akan didapat. Apakah
ada tujuan positif/baik
yang
dicapai dari
perayaan ulang tahun tersebut, seperti meminta doa dari sanak saudara
dan kerabat agar diberi keselamatan ditahun berikutnya? Ataukah hanya
sekedar menghambur-hamburkan uang dan pamer? Ataukah haynya
ikut-ikutan agar tidak dianngap kampungan?
Jika
perayaan
tersebut lebih
ditujukan untuk
mengevaluasi diri,
bersyukur terhadap
Allah atas nikmat-nikmatNya, dan memohon
doa dari sanak saudara dan kerabat agar diberi keselamatanserta
kelapangan
rejeki pada
tahun-tahun kedepannya,
maka merayakan ulang tahun bukanlah suatau yang dilarang. Namun jika
tujuan perayaan ulang tahun hanya untuk bersenang-senang, apalagi
pamer, maka hukum perayaan ulang tahun tersebut
itu menjadi
terlarang.
Lalu bagaimana merayakan peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW?
Memang
Rasulullah SAW tidak pernah melakukan seremoni peringatan hari
lahirnya. Kita belum pernah menjumpai suatu hadits/nash yang
menerangkan pada setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal (sebagian ahli
sejarah mengatakan 9 Rabiul Awwal), Rasulullah SAW mengadakan upacara
peringatan hari lahirnya. Bahkan ketika beliau sudah wafat, kita
belum pernah mendapati para sahabat r.a. melakukannya. Demikian juga
para tabi’in dan tabi’it tabi’in. Menurut Imam As-Suyuthi,
tercatat sebagai raja pertama yang memperingati hari lahirnya
Rasulullah SAW ini dengan perayaan yang meriah luar biasa adalah Raja
Al-Mudhaffar Abu Sa`id Kukburi ibn Zainuddin Ali bin Baktakin (l. 549
H. - w.630 H.). Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan
dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan maulid ini.
Tujuannya
menghimpun semangat juang dengan membacakan syi’ir dan karya sastra
yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah SAW.
Di
antara karya yang paling terkenal adalah karya Syeikh Al-Barzanji
yang menampilkan riwayat kelahiran Nabi SAW dalam bentuk natsar
(prosa)
dan nazham
(puisi). Saking populernya
karya seni Barzanji ini hingga hari ini masih sering kita dengar
dibacakan dalam seremoni peringatan maulid Nabi SAW. Maka sejak itu
ada tradisi memperingati hari kelahiran Nabi SAW di banyak negeri
Islam. Inti acaranya sebenarnya lebih kepada pembacaan sajak dan
syi`ir peristiwa kelahiran Rasulullah SAW untuk menghidupkan semangat
juang dan persatuan umat Islam dalam menghadapi gempuran musuh. Lalu
bentuk acaranya semakin berkembang dan bervariasi. Di Indonesia,
terutama di pesantren, para kyai dulunya hanya membacakan syi’ir
dan sajak-sajak itu, tanpa diisi dengan ceramah.
Namun
kemudian muncul ide untuk memanfaatkan momentum tradisi maulid Nabi
SAW yang sudah melekat di masyarakat ini sebagai media dakwah dan
pengajaran Islam. Akhirnya ceramah maulid menjadi salah satu inti
acara yang harus ada, demikian juga atraksi murid pesantren. Bahkan
sebagian organisasi Islam telah mencoba memanfaatkan momentum ini
tidak sebatas seremoni dan haflah belaka, tetapi juga untuk melakukan
amal-amal kebajikan seperti bakti sosial, santunan kepada fakir
miskin, pameran produk Islam, pentas seni dan kegiatan lain yang
lebih menyentuh persoalan masyarakat.
Kembali
kepada hukum merayakan maulid Nabi SAW, apakah termasuk bid`ah atau
bukan?Secara
umum,
para ulama salaf menganggap perbuatan ini termasuk bid`ah. Karena
tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah saw dan tidak pernah
dicontohkan oleh para shahabat. Namun demikian, mereka memandang
tradisi perayaan maulid termasuk bid’ah hasanah (sesuatu yang
baik).
Seperti yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW ketika merayakan
kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa, setiap hari
kelahirannya, yaitu setiap hari Senin Rasullahi SAW berpuasa untuk
mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya.
“Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku.”(H.R. Muslim)
Kita
dianjurkan untuk bergembira atas rahmat dan karunia Allah SWT kepada
kita. Termasuk kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat kepada
alam semesta. Allah SWT berfirman:
“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.’ ” (QS.Yunus:58).
Wallahu
a’lam bissowab.
By
: Tamiy
Jumat, 02 Desember 2011
Edition keempat
GENG
REMAJA DAN PENGAWASAN DILUAR PENDIDIKAN
Fenomena geng remaja
sudah menjadi hal biasa dan tak asing lagi di masyarakat. Berbagai
jenis geng remaja seperti geng motor sebagai bentuk kumpulan remaja
yang didominasi para pelajar merupakan fenomena perilaku pelajar.
Meskipun sama sekali bukan hal baru, namun geng remaja mencuat ke
publik berkenaan dengan isu dan praktik kekerasan yang lekat
dengannya. Perkelahian pelajar, penyalahgunaan narkotika, dan
pergaulan bebas sudah tidak asing lagi menjadi label pada remaja.
Sebenarnya bila remaja berkumpul dan berkelompok, itu merupakan hal
yang lumrah. Masalahnya ketika berkumpulnya mereka itu mengarah pada
hal yang destruktif. Sebagaimana lazimnya manusia, kalangan remaja
juga membutuhkan komunitas untuk berkomunikasi dan bersosialisasi,
mereka akan merasa nyaman untuk berkomunikasi dengan sesama.
Lebih
parah lagi, bila tujuan yang kurang atau tidak baik memang telah
ditetapkan dan disepakati bersama anggota geng untuk dilaksanakan.
Patut diduga, remaja memilih geng sebagai saluran organisasinya
karena organisasi remaja yang sudah establish
barangkali tidak mampu untuk mewadahi mereka. Atau lebih dari itu,
organisasi bersegmen remaja tidak dapat menjangkau dan melayani
kebutuhan mereka. Remaja adalah masa dimana mereka membutuhkan wadah
untuk berapresiasi dan berekspresi. Sepanjang organisasi remaja tidak
mampu memenuhi itu, maka ia akan ditinggalkan.
Mereka
lebih suka memikirkan hal yang dekat, terjangkau, dan berbau
senang-senang. Hal itu masih wajar bila mereka tidak terjerembab pada
pilihan yang jelas negatif. Remaja memang memiliki dunianya sendiri
yang berbeda dengan dunia dewasa. Yang diperlukan adalah kontrol dan
pengarahan mereka untuk selalu berada pada jalan yang benar. Pun
kebenaran itu tidak harus diperspektifkan sebagai hal yang kaku dan
tidak berwarna. Biarlah remaja tetap berada dalam dunia keremajaan
dan keceriannya, sepanjang dalam batasan yang tidak kebablasan
(musrif). Remaja pada dasarnya juga memiliki naluri sehatnya sendiri
versi mereka, sungguhpun bagi kalangan tua (yang kolot) kadang banyak
hal yang dilakukan remaja hari ini tampak asing, aneh, dan dianggap
melanggar.
Remaja
adalah pribadi yang gelisah. Peranan dan posisi organisasi remaja
seharusnya mampu menjadi pelarian (dalam artian positif) bagi
kegelisahan mereka. Remaja banyak yang merasa kesepian dan
membutuhkan pendamping, di luar orang tua dan guru mereka. Apalagi
dalam satu kasus ketika orangtua tidak cukup waktu untuk
berkomunikasi dengan anak dan guru hanya dapat mengajarkan mata
pelajaran secara teks
book
semata. Organisasi sekolah (OSIS dan ekstrakurikuler) harus mampu
melakukan reorientasi program dan kegiatan yang mempunyai sense
(manfaat) kuat terhadap kebutuhan remaja. Kalau ini terpenuhi, maka
remaja akan merasa memiliki teman yang mengasyikkan namun sekaligus
mampu memberikan guidance.
Maraknya
geng remaja yang bersifat destruktif dilihat dari sudut pandang lain
juga merupakan wujud kegagalan pendidikan. Betapa para pelajar tidak
cukup hanya diajari mata pelajaran tertentu atau hanya didorong hanya
untuk lulus ujian. Berdasarkan hal tersebut pendidikan tengah
mengalami proses involusi dan bergerak tanpa arah yang jelas. Dari
hari ke hari manusia yang terlibat dalam pendidikan bukannya tumbuh
kian cerdas, tetapi mutunya semakin menurun meski input dan fasilitas
fisiknya terus bertambah. Ketidakjelasan arah pendidikan itu
menyebabkan pendidikan tidak kompetitif. Pelajar membutuhkan sesuatu
yang lebih dari moral dan etika secara practical.
Pendidikan hanya melanjutkan pendidikan yang elite eksklusif dengan
kurikulum elitis yang hanya bisa ditangkap oleh sebagian pelajar.
Apabila
proses involusi yang tengah terjadi dalam pendidikan dibiarkan terus
berlangsung akan berdampak pada terciptanya bangsa paria
(bangsa yang rendah) yang mencerminkan betapa miskinnya pemikiran dan
kacaunya penyelenggaraan pendidikan.
Karenanya,
pendidikan harus benar-benar diarahkan untuk tidak sekedar menggenjot
capaian pada aspek kognitif semata, namun harus diseimbangkan dengan
aspek afeksi dan psikomotorik. Nilai bagus memang penting, namun
tentu tidak hanya itu. Pengajaran dan pemantauan terhadap budi
pekerti pelajar juga tidak kalah penting untuk dilakukan secara
intensif. Bagaimana dengan Ujian Nasional (UN)? UN dalam satu sisi
memang mampu memicu siswa untuk belajar. Namun pertanyaannya, apakah
itu terjadi karena terpaksa atau memang kerelaan. Asumsi sementara
pelajar cenderung terpaksa, karena itu mereka merasa stres dan
tertekan. Kondisi stres inilah yang kemudian mengarahkan para pelajar
untuk mencari pelampiasan dan ruang untuk refreshing. Informasi soal
kenaikan nilai UN mau tidak mau akan semakin menambah rasa stres itu.
Dan semakin mereka stres, tuntutan dari dalam diri untuk mencari
tempat pelarian akan semakin besar. Termasuk penambahan mata
pelajaran yang diujikan dari hanya tiga pelajaran menjadi enam
pelajaran.
Sekolah
merupakan lembaga pendidikan yang seharusnya mampu mencetak generasi
yang siap menghadapi tantangan zaman. Kesiapan itu tentu bukan semata
pada wilayah capaian nilai formal. Maka sekolah harus mampu melihat
dan memperlakukan pelajar sebagai pribadi yang utuh. Tidak pas kalau
sekolah hanya menuntut siswanya untuk belajar dan belajar untuk
memenuhi target angka. Karena para pelajar harus dikenalkan untuk
mempelajari kehidupan yang sesungguhnya. Kondisi terpaksa dan
tertekan pelajar tetap berlangsung, maka ini jelas tidak akan
menyehatkan. Bagaimana mungkin kondisi tertekan akan melahirkan
generasi yang cerdas dan tanggap lingkungan? Kalau hal semacam ini
akan tetap dipertahankan, maka kita patut khawatir bila geng remaja
dengan aura kekerasannya akan semakin marak yang dapat menciptakan
bangsa yang paria.
Semoga tidak.
Kamis, 01 Desember 2011
Edition ketiga "ADA APA DENGAN FACEBOOK?"
ADA
APA DENGAN FACEBOOK?
Kata
“facebook” tentunya sudah akrab didengar telinga kita. Sebuah
jejaring sosial yang memikat sebagian besar penduduk dunia untuk
turut bergabung di dalamnya. Prestasi yang dicapai Facebook saat ini
mungkin tidak disangka sebelumnya oleh sang pencetus ide, Mark
Zuckerberg.
Tujuan
awal pembuatan facebook ketika diluncurkan pada 4 februari 2004
adalah sebagai media bagi mahasiswa Harvard untuk saling mengenal
satu sama lain. Namun sekarang pada kenyataannya facebook merambah ke
seluruh belahan dunia. Berbagai fasilitas yang disediakan dalam
facebook membantu manusia untuk tetap dapat menjalin komunikasi
dengan orang lain walaupun berada di tempat yang berjauhan.
Mengapa
Facebook begitu laris manis bak kacang goreng? Ada berbagai alasan
yang mendasari, di antaranya yaitu terdapat fasilitas yang memudahkan
terjalinnya komunikasi antar teman, saudara, bahkan antar kolega
bisnis. Alasan lain, yakni kemudahan dalam mengaksesnya serta dalam
memperluas jaringan pertemanan.
Bila
ditelaah dari sisi psikologis, pada dasarnya manusia memiliki beragam
tingkatan kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan untuk merasa
dicintai dan bermakna bagi orang lain. Ada perasaan menyenangkan yang
dimiliki ketika mempunyai sahabat, seseorang untuk berbagi cerita,
serta hubungan yang dekat dengan keluarga.
Manusia
sebagai mahluk sosial tentunya tidak dapat lepas dari orang lain di
lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, ketika dapat berkomunikasi
dan memperoleh perhatian dari orang lain, maka timbul perasaan
bahagia. Perasaan ini dapat diperoleh dari facebook. Melalui
fasilitas yang disediakan di dalamnya, kita dapat melakukan
pembaharuan (update)
status, memajang foto, membuat tulisan, memberikan komentar ataupun
membaca komentar dari orang lain. Hal-hal inilah yang merupakan
sebagian faktor pemicu rasa bahagia ketika menggunakan facebook.
Sebagaimana
lazimnya perkembangan teknologi yang memiliki dampak, facebook pun
mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu: kita
tetap dapat menjalin komunikasi dengan teman meski berjauhan, dapat
mengekspresikan perasaan dalam status ataupun tulisan, menjadi sarana
diskusi, tempat curhat dan lain sebagainya.
Sedangkan
dampak negatifnya yakni: membuang waktu yang sebenarnya dapat
digunakan untuk menyelesaikan tugas lain, membuat pengeluaran menjadi
bertambah, menyebabkan malas belajar, malas menyelesaikan pekerjaan,
mengurangi frekuensi interaksi sosial, seringkali menimbulkan
permusuhan akibat komentar yang menyakiti hati orang lain, serta
berbagai dampak negatif lain.
Namun,
sebenarnya facebook memiliki posisi yang netral, tergantung pada
bagaimana cara memanfaatkannya. Segalanya kembali pada pribadi para
pengguna facebook. Sebagaimana pisau yang dapat digunakan untuk
memasak dan juga dapat digunakan untuk membunuh orang, facebook pun
demikian. Ketika kita menggunakannya untuk hal positif dan tidak
mengganggu pelaksanaan tugas keseharian, maka kita akan mendapatkan
manfaat. Begitu pula sebaliknya, ketika kita tidak dapat membatasi
penggunaan facebook serta melalaikan tugas yang seharusnya
dikerjakan, maka kerugianlah yang akan kita peroleh.
Berbagai
hal yang telah dikemukakan di atas dapat dijadikan gambaran awal
tentang facebook. Semoga dapat bermanfaat. Amin.
Wallahu
a’lam bish showab.
Oleh:
Nurul ‘Aliem
Rabu, 30 November 2011
Edition Kedua "VALENTIN MENURUT ISLAM"
VALENTIN MENURUT
ISLAM
Oleh: Dayun Riadi
Oleh: Dayun Riadi
Budaya valentin kian merebak dalam
masyarakat kini. Masyarakat terutama kalangan remaja banyak terbawa
(hanyut) dalam budaya yang asing ini. Dansa dansi, berpelukan mesra
dan ciuman antar sesama lawan jenis yang haram. Ada juga sebagian
remaja yang saling memberikan kartu dan ucapan-ucapan yang sangat
sentimental, memberikan hadiah (kado), kembang gula dan boneka-boneka
anak kecil yang bersayap.
Budaya "asing" tersebut jatuh
pada tanggal 14 Februari, yang populer disebut hari Valentine
(Valentine's Day, Hari Kasing Sayang). Di Republik ini, penyambut
perayaan Hari Kasih Sayang ini umumnya adalah para remaja dan pemuda
yang beragama Islam. Mereka terperosok kepada budaya-budaya ciptaan
manusia Barat yang sangat menyesatkan. Mereka terjebak dalam tingkah
laku yang sama sekali berlawanan dengan ajaran Islam.
Sejarah Valentine
Patutkah budaya yang sama sekali tidak dikenal dalam Islam kita ikuti tanpa melihat asal-usul timbulnya budaya tersebut? Hari kasih sayang (valentine's day) bermula pada tanggal 14 Februari 269 Masehi.
Adalah Santo Valentine, seorang pendeta, harus menerima hukuman pancung dari penguasa (raja) Claudus Ghoticus II melalui tangan algojonya. Santo Valentine dianggap melanggar ketentuan imperium, yakni ia telah berani menikahkan sepasang remaja yang sedang menjalani kisah-sayang secara diam-diam.
Tindakan pendeta Valentine tersebut akhirnya diketahui oleh pihak emperor (Raja). Padahal sudah ada ketentuan pada masa itu, para pemuda lajang dilarang untuk menikah dulu karena mereka sangat dibutuhkan untuk menjadi prajurit yang tangguh. Prajurit yang belum menikah dianggap memiliki prestasi yang baik di medan pertempuran.
hayat Santo Valentine dipupus pada tanggal 14 Februari 269 M di kota Cisalpine Gaul, tepatnya di jalan Flaminia. Pihak gereja kemudian menobatkannya sebagai pahlawan yang telah melindungi orang yang bercinta. Paus St. Julius I telah membuatkan bangunan kehormatan Santo Valentine tersebut.
Paus Galesium I adalah pelopor pencetus peringatan hari kasih sayang pertama pada tahun 496 M. Peringatan hari tersebut juga diilhami oleh kebudayaan nenek moyang bangsa Romawi, yakni pemujaan terhadap dewa Lupercus (dewa kesuburan, padang rumput dan hewan ternak) dan dewa Faunus (dewa alam semesta). Namun tanggal peringatan adalah 15 Februari, dilakukan setiap tahun hingga abad ke-4 M di masa berkuasanya Kaisar Constantine (280-337 M).
Pemujaan terhadap para dewa tersebut dilakukan dengan penyembelihan hewan berupa sejumlah ekor kambing dan satu ekor anjing. Para pemuda yang mengikuti upacara dihadapkan menuju altar sembari diolesi keningnya dengan darah yang ada di pisau bekas penyembelihan hewan tadi. Selanjutnya, para peserta upacara membuat cambuk dari kulit kambing yang telah dikorbankan tadi untuk mencambuki wanita yang dijumpai pada saat mengelilingi bukit Valentine. Anehnya, para wanita menerima cambukan dari para pemuda dengan perasaan senang hati. Mereka, kaum wanita, beranggapan bahwa cambukan tersebut dapat mengembalikan kesuburan wanita.
Pada masa Kaisar Constantine, kaisar yang pertama kali memeluk agama Kristen dan juga seorang yang memiliki pengaruh terhadap kehidupan gereja, menambahkan berbagai acara setelah upacara pemujaan terhadap Dewa Luparcus dan Faunus tadi dengan acara yang memberikan kesempatan para gadis remaja menyampaikan pesan-pesan cinta mereka yang besar, kemudian para pemuda menerima pesan-pesan dari remaja puteri. Kemudian, setelah itu mereka saling berpasang-pasang dan berdansa semalaman yang biasanya diakhiri dengan tindakan zinah (coitus).
Pada abad ke-5 M, upacara bangsa Romawi ini dimasukkan ke dalam upacara pensucian diri yang umum dilakukan oleh pihak gereja. Tepat pada tahun 494 M, Paus Galasium I yang telah merubah upacara yang telah diciptakan oleh pihak kaisar tadi. Pada tahun 496 M, upacara pensucian ini ditetapkan kemudian menjadi upacara perayaan kasih sayang (Valentine's Day) yang dikenal sekarang ini. Dan tanggal peringatan tadi dirubah dari tanggal 15 Februari menjadi 14 Februari; hari digantungnya pendeta Santo Valentine.
Valentine menurut Islam
Melihat beberapa kisah atau asal-usul yang diutarakan tersebut jelas bagi umat Islam adalah sebuah ritual (upacara) `asing', yakni kebiasaan yang bukan berasal dari ajaran yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apalagi upacara-upacara tersebut dibarengi dengan tindakan dansa-dansi, bercintaan, berpelukan dan sampai pada hubungan mesum antara manusia yang berlainan jenis, merupakan tindakan yang tidak moralitas lagi. Manusia khususnya para remaja, tidak mengenal lagi batas-batas hubungan sesama manusia. Kebebasan hubungan yang sangat diharamkan dan dilarang keras dalam Islam.
Kepatuhan terhadap perintah Allah dan sunnah Nabi merupakan bukti keimanan dan kecintaan kita kepada Allah, sekaligus sebagai sarana untuk mensucikan diri. Allah berfirman:
Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Katakan lah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang kafir (Ali-Imran: 31-32).
Mengikuti ketentuan Allah (dalam Al-Qur'an) dan Sunnah Rasulullah adalah sebuah ketentuan yang mutlak dalam Islam. Keduanya merupakan unsur dasar dalam Islam. Orang-orang kafir adalah orang-orang yang menutup diri atau menolak dari kebenaran Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Mereka mengambil aturan baik aturan hidup (bertatanan sosial), politik dan hukum, maupun tatanan beribadah (cara-cara beribadah) dan ritual-ritual yang dianggap suci/sakral sebagaimana dalam kasus pengambilan upacara peribadatan atau pensucian yang telah ditetapkan oleh pihak gereja dalam masalah Valentine's Day tadi.
Mengambil cara-cara, beribadah atau upacara-upacara yang dianggap memiliki nilai sakral/suci selain dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah sesat. Hadist Nabi SAW bersabda:
Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama kami ini, sesuatu yang tidak ada dasar dari padanya, maka itu pasti bertolak (HR Bukhari dan Muslim)
Hadist lain menyatakan: "Sebaik-baik keterangan adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Saw. Dan sejahat-jahat sesuatu, yang serba baru, tidak berasal dari agama (Dinullah). Dan tiap-tiap bid'ah adalah sesat….." (HR Muslim).
Sejarah Valentine
Patutkah budaya yang sama sekali tidak dikenal dalam Islam kita ikuti tanpa melihat asal-usul timbulnya budaya tersebut? Hari kasih sayang (valentine's day) bermula pada tanggal 14 Februari 269 Masehi.
Adalah Santo Valentine, seorang pendeta, harus menerima hukuman pancung dari penguasa (raja) Claudus Ghoticus II melalui tangan algojonya. Santo Valentine dianggap melanggar ketentuan imperium, yakni ia telah berani menikahkan sepasang remaja yang sedang menjalani kisah-sayang secara diam-diam.
Tindakan pendeta Valentine tersebut akhirnya diketahui oleh pihak emperor (Raja). Padahal sudah ada ketentuan pada masa itu, para pemuda lajang dilarang untuk menikah dulu karena mereka sangat dibutuhkan untuk menjadi prajurit yang tangguh. Prajurit yang belum menikah dianggap memiliki prestasi yang baik di medan pertempuran.
hayat Santo Valentine dipupus pada tanggal 14 Februari 269 M di kota Cisalpine Gaul, tepatnya di jalan Flaminia. Pihak gereja kemudian menobatkannya sebagai pahlawan yang telah melindungi orang yang bercinta. Paus St. Julius I telah membuatkan bangunan kehormatan Santo Valentine tersebut.
Paus Galesium I adalah pelopor pencetus peringatan hari kasih sayang pertama pada tahun 496 M. Peringatan hari tersebut juga diilhami oleh kebudayaan nenek moyang bangsa Romawi, yakni pemujaan terhadap dewa Lupercus (dewa kesuburan, padang rumput dan hewan ternak) dan dewa Faunus (dewa alam semesta). Namun tanggal peringatan adalah 15 Februari, dilakukan setiap tahun hingga abad ke-4 M di masa berkuasanya Kaisar Constantine (280-337 M).
Pemujaan terhadap para dewa tersebut dilakukan dengan penyembelihan hewan berupa sejumlah ekor kambing dan satu ekor anjing. Para pemuda yang mengikuti upacara dihadapkan menuju altar sembari diolesi keningnya dengan darah yang ada di pisau bekas penyembelihan hewan tadi. Selanjutnya, para peserta upacara membuat cambuk dari kulit kambing yang telah dikorbankan tadi untuk mencambuki wanita yang dijumpai pada saat mengelilingi bukit Valentine. Anehnya, para wanita menerima cambukan dari para pemuda dengan perasaan senang hati. Mereka, kaum wanita, beranggapan bahwa cambukan tersebut dapat mengembalikan kesuburan wanita.
Pada masa Kaisar Constantine, kaisar yang pertama kali memeluk agama Kristen dan juga seorang yang memiliki pengaruh terhadap kehidupan gereja, menambahkan berbagai acara setelah upacara pemujaan terhadap Dewa Luparcus dan Faunus tadi dengan acara yang memberikan kesempatan para gadis remaja menyampaikan pesan-pesan cinta mereka yang besar, kemudian para pemuda menerima pesan-pesan dari remaja puteri. Kemudian, setelah itu mereka saling berpasang-pasang dan berdansa semalaman yang biasanya diakhiri dengan tindakan zinah (coitus).
Pada abad ke-5 M, upacara bangsa Romawi ini dimasukkan ke dalam upacara pensucian diri yang umum dilakukan oleh pihak gereja. Tepat pada tahun 494 M, Paus Galasium I yang telah merubah upacara yang telah diciptakan oleh pihak kaisar tadi. Pada tahun 496 M, upacara pensucian ini ditetapkan kemudian menjadi upacara perayaan kasih sayang (Valentine's Day) yang dikenal sekarang ini. Dan tanggal peringatan tadi dirubah dari tanggal 15 Februari menjadi 14 Februari; hari digantungnya pendeta Santo Valentine.
Valentine menurut Islam
Melihat beberapa kisah atau asal-usul yang diutarakan tersebut jelas bagi umat Islam adalah sebuah ritual (upacara) `asing', yakni kebiasaan yang bukan berasal dari ajaran yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apalagi upacara-upacara tersebut dibarengi dengan tindakan dansa-dansi, bercintaan, berpelukan dan sampai pada hubungan mesum antara manusia yang berlainan jenis, merupakan tindakan yang tidak moralitas lagi. Manusia khususnya para remaja, tidak mengenal lagi batas-batas hubungan sesama manusia. Kebebasan hubungan yang sangat diharamkan dan dilarang keras dalam Islam.
Kepatuhan terhadap perintah Allah dan sunnah Nabi merupakan bukti keimanan dan kecintaan kita kepada Allah, sekaligus sebagai sarana untuk mensucikan diri. Allah berfirman:
Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Katakan lah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang kafir (Ali-Imran: 31-32).
Mengikuti ketentuan Allah (dalam Al-Qur'an) dan Sunnah Rasulullah adalah sebuah ketentuan yang mutlak dalam Islam. Keduanya merupakan unsur dasar dalam Islam. Orang-orang kafir adalah orang-orang yang menutup diri atau menolak dari kebenaran Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Mereka mengambil aturan baik aturan hidup (bertatanan sosial), politik dan hukum, maupun tatanan beribadah (cara-cara beribadah) dan ritual-ritual yang dianggap suci/sakral sebagaimana dalam kasus pengambilan upacara peribadatan atau pensucian yang telah ditetapkan oleh pihak gereja dalam masalah Valentine's Day tadi.
Mengambil cara-cara, beribadah atau upacara-upacara yang dianggap memiliki nilai sakral/suci selain dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah sesat. Hadist Nabi SAW bersabda:
Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama kami ini, sesuatu yang tidak ada dasar dari padanya, maka itu pasti bertolak (HR Bukhari dan Muslim)
Hadist lain menyatakan: "Sebaik-baik keterangan adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Saw. Dan sejahat-jahat sesuatu, yang serba baru, tidak berasal dari agama (Dinullah). Dan tiap-tiap bid'ah adalah sesat….." (HR Muslim).
Valentine's Day adalah bukan
ketentuan-ketentuan perayaan yang diwajibkan disunahkan atau
dibolehkan oleh dinul Islam. Penobatan atau penentuan upacara atau
peringatan Valentine's Day adalah ditetapkan oleh pihak gereja
(pendeta) atau pastur yang Nasrani tersebut.
Sedangkan dalam Qur'an dijelaskan bahwa para pendeta (rahib) adalah menjadikan mereka sebagai Tuhan karena mereka membuat ketentuan baru. Mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan dan mengharamkan apa yang Allah halalkan (al-Hadist). Allah berfirman:
Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahibnya sebagai Tuhan selain Allah. Dan juga (mempertuhankan) Al-masih putera Maryam. Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan (QS. al-Taubah: 31).
Pihak rahib (pendeta) telah menghalalkan hubungan sesama lain jenis. Pihak gereja (Paus Galasium I) telah mengadopsi upacara pesan-pesan cinta, dansa-dansi dan berzinah menjadi sebuah upacara pensucian diri.
Dengan kata lain, penobatan Santo Valentine sebagai tokoh "Pembela Kasih Sayang" disertai dengan perzinahan merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan dan jelas-jelas tidak bisa ditolerir oleh Islam. Dan Islam tidak menghendaki keberadaan budaya sesat. Na`uzubillahi min zalik.
Sedangkan dalam Qur'an dijelaskan bahwa para pendeta (rahib) adalah menjadikan mereka sebagai Tuhan karena mereka membuat ketentuan baru. Mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan dan mengharamkan apa yang Allah halalkan (al-Hadist). Allah berfirman:
Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahibnya sebagai Tuhan selain Allah. Dan juga (mempertuhankan) Al-masih putera Maryam. Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan (QS. al-Taubah: 31).
Pihak rahib (pendeta) telah menghalalkan hubungan sesama lain jenis. Pihak gereja (Paus Galasium I) telah mengadopsi upacara pesan-pesan cinta, dansa-dansi dan berzinah menjadi sebuah upacara pensucian diri.
Dengan kata lain, penobatan Santo Valentine sebagai tokoh "Pembela Kasih Sayang" disertai dengan perzinahan merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan dan jelas-jelas tidak bisa ditolerir oleh Islam. Dan Islam tidak menghendaki keberadaan budaya sesat. Na`uzubillahi min zalik.
Selasa, 08 November 2011
"PESAN"
DUNIA
Kita
berpagi hari sebagai orang bermain-main
jika kita tidak berpegang pada agama. Dan kita
hidup dan mati dalam keadaan bermain-main jika kita tidak dalam
keadaan berpegang dalam agama.
Hakikat
dunia dan akhirat ditegaskan dalam firman
Allah SWT, yang artinya :
''Ketahuilah bahwa
sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang
melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta
berbangga-bangga tentang banyaknya harta
dan anak . . . . . .[QS.
Al Hadiid :(57) 20]
Dunia hanya polesan luar
yang terlihat kinclong dan mengkilap, akan
tetapi, kehidupan yang hakiki dan kekelan hanya ada di akhirat.
Sebagaimana kita ketahui Rosullullah lapar
di dunia, sedang kisra, raja persia dan kaisar
romawi, mati kekenyangan karena banyak makan dan minum. Bagaimana
Rasululloh tinggal di rumah yang terbuat dari tanah liat, sedang
kisra dan kaisar tinggal di gedung yang berhiaskan perak, emas dan
bertaburan intan permata.
Ketika
‘Umar melihat Rasulullah SAW berbaring di
atas tikar, sedang anyaman tikar dan kain spreinya yang kasar
membekas pada lambungnya. ‘Umar melihat keadaan itu, air matanya
bercucuran. Rasulullah
pun bertanya kepadanya: “Mengapa kamu
menangis hai ‘Umar?” Umar menjawab: “
wahai Rasulullah,
Kisra dan Kaisar
adalah musuh-musuh Allah sebagaimana yang telah engkau ketahui dan
engkau adalah utusan Allah serta
kekasihNya, sedang engkau dalam keadaan seperti ini. “
Rasulullah
pun bersabda :
“Apakah
engkau masih ragu, hai Ibnu Khaththab ? tidakah engkau merasa puas
jika bagi mereka hanya dunia ini dan bagi kita akhirat ?”
(HR.
Bukhori, Muslim, Ahmad
dan Tirmidzi)
Imam
Syafi’i RA mengatakan dalam sebuah
syair “Surga
mati di hutan belantara karena kelaparan sedang daging kambing hutan
di makan oleh anjing- anjing liar”.
Demikianlah
hikmah Tuhan yang maha pencipta. Dia
tidak memberikan agama ini kecuali kepada
orang yang disukainya. Adapun mengenai duniawi, Dia memberikannya,
baik kepada orang yang disukainya. Bahkan dia memberikannya sekalipun
kepada orang zindiq yang atheis, orang munafik militan dan orang yang
fasiq yang parah kefasikannya.
Di ambil sebagian
dari buku karangan Dr. Aidh bin
Abdullah Al Qarni yang berjudul “CAMBUK
HATI”.
Langganan:
Postingan (Atom)




