Selasa, 08 November 2011

"PESAN"

DUNIA
Kita berpagi hari sebagai orang bermain-main jika kita tidak berpegang pada agama. Dan kita hidup dan mati dalam keadaan bermain-main jika kita tidak dalam keadaan berpegang dalam agama.
Hakikat dunia dan akhirat ditegaskan dalam firman Allah SWT, yang artinya :

''Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak . . . . . .[QS. Al Hadiid :(57) 20]

Dunia hanya polesan luar yang terlihat kinclong dan mengkilap, akan tetapi, kehidupan yang hakiki dan kekelan hanya ada di akhirat. Sebagaimana kita ketahui Rosullullah lapar di dunia, sedang kisra, raja persia dan kaisar romawi, mati kekenyangan karena banyak makan dan minum. Bagaimana Rasululloh tinggal di rumah yang terbuat dari tanah liat, sedang kisra dan kaisar tinggal di gedung yang berhiaskan perak, emas dan bertaburan intan permata.

Ketika ‘Umar melihat Rasulullah SAW berbaring di atas tikar, sedang anyaman tikar dan kain spreinya yang kasar membekas pada lambungnya. ‘Umar melihat keadaan itu, air matanya bercucuran. Rasulullah pun bertanya kepadanya: “Mengapa kamu menangis hai ‘Umar?” Umar menjawab: “ wahai Rasulullah, Kisra dan Kaisar adalah musuh-musuh Allah sebagaimana yang telah engkau ketahui dan engkau adalah utusan Allah serta kekasihNya, sedang engkau dalam keadaan seperti ini. “
Rasulullah pun bersabda :
Apakah engkau masih ragu, hai Ibnu Khaththab ? tidakah engkau merasa puas jika bagi mereka hanya dunia ini dan bagi kita akhirat ?”
(HR. Bukhori, Muslim, Ahmad dan Tirmidzi)

Imam Syafi’i RA mengatakan dalam sebuah syair Surga mati di hutan belantara karena kelaparan sedang daging kambing hutan di makan oleh anjing- anjing liar.
Demikianlah hikmah Tuhan yang maha pencipta. Dia tidak memberikan agama ini kecuali kepada orang yang disukainya. Adapun mengenai duniawi, Dia memberikannya, baik kepada orang yang disukainya. Bahkan dia memberikannya sekalipun kepada orang zindiq yang atheis, orang munafik militan dan orang yang fasiq yang parah kefasikannya.

Di ambil sebagian dari buku karangan Dr. Aidh bin Abdullah Al Qarni yang berjudul “CAMBUK HATI”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar