Ayo
Sayangi Bumi Kita
Oleh: Eric
/Berenang di tepi pantai
banyak limbah, sampah dan kotoran//Aku terjun menerjang ombak bikin
lengket badan dan rambut//Lepas kail tepi sungai airnya coklat dan
berbusa//dah ada ikan yang nyangkut malah bikin gatal kulit dan
bau//Lereng dan pegunungan, penuh lapangan golf dan spiral//Tak ada
yang nahan air bikin banjir kota - kota//Lihat hutan dari pesawat,
maha solusi Indonesia//imajiku hutan rimba yang ada hanya botak dan
tandus/
Nah, apa yang terlintas
dibenak teman-teman jika mendengar lirik lagu yang dibawakan oleh
grup band Slank di atas? Wah, pasti udah nggak mau lagi main ke
pantai, memancing ikan atau sekedar refresing ke pegunungan. Tapi,
apakah benar keadaan alam kita udah separah itu, banyak sampah di
pantai dan hutan-hutan udah pada gundul? Semoga saja lirik lagu di
atas hanya sebagai pengingat buat kita agar selalu merawat dan
menjaga alam dengan baik.
Ngomong-ngomong tentang
alam yang udah nggak “perawan”, ternyata sekarang udah musimnya
pemanasan global atau lebih trendnya disebut Global Warming.
Sebenarnya apa sih Global Warming dan apa pula penyebabnya?
Global Warming adalah
naiknya suhu udara atau tekanan udara di bumi kita yang menjadikan
cuaca di bumi menjadi tak menentu , kadang panas, kadang dingin.
Global Warming juga menyebabkan tanaman-tanaman sulit untuk tumbuh
lebih maksimal, lho. Belum lagi gunung es yang lebih cepat mencair
gara-gara Global Warming. Kan kasian habitat yang hidup di
sekitarnya. Bisa-bisa para pinguin yang ada di kutub utara melepas
bulunya gara-gara kepanasan.
Dan sebenarnya apa sih
penyebab Global Warming? Selain usia bumi yang udah “uzur”, kita
juga ikut andil dalam terjadinya Global Warming. Secara tidak sadar,
ketika kita membuang sampah sembarangan atau menebang pohon
sembarangan , kita udah menyumbang terjadinya Global Warming. Asap
yang keluar dari knalpot motor dan cerobong – cerobong pabrik juga
menyumbang terjadinya Global Warming.
Nah, untuk menangulangi
dampak Global Warming kita bisa melakukan hal – hal sederhana.
Contohnya coba kita ubah kebiasaan kita yang sekiranya merusak
lingkungan , seperti naik motor, jika sekiranya tujuan yang kita tuju
dekat lebih baik naik sepeda, karena asap knalpot adalah “racun”
bagi bumi. Trus buat temen-temen yang suka ber sms ria, sebaiknya
dikurangi dan gunakan hp seperlunya saja. Karen a radiasi hp ketika
kita mengirim sms menjadikan atmosfir bumi menjadi tipis. Jika satu
orang mengirim 100 sms per hari, bayangin aja jika satu keluarga ada
empat orang yang gemar ber sms ria. Itu baru satu keluarga, belum
seluruh Indonesia, bahkan se dunia.Seperti apa atmosfir bumi kita?
Maka dari itu, sebelum
bertambah parah , ayo kita bersama-sama menjaga dan merawat bumi
kita. Nggak perlu jadi superman kok, untuk menjaga bumi kita. Selagi
ada kemauan dan mau bertindak, kita pasti bisa. Cukup dengan membuang
sampah pada tempatnya dan menghijaukan lingkungan rumah kita. Supaya
laut biru lagi, sungai kita jernih lagi dan hutan kita lebat lagi.
Dan satu lagi, jangan berfikir bahwa bumi ini warisan nenek moyang
kita, tapi berfikirlah bahwa bumi ini titipan anak cucu kita. Dan
sebagaimana titipan, kita harus pandai-pandai untuk merawat dan
menjaganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar